Pacaran ala Indonesia? Apa maksudnya?
Pacaran ala Indonesia, bagaimana maksudnya? yah yang jelas tidak seperti
mereka yang ada di barat sana sob
Pacaran dalam lingkungan pemuda saat ini ibarat nasi dan lauk, tak ada
semangat dan hari yang bersinar tanpa adanya perempuan tanpa status “pacar”.
Tahu tidak darimana dan kapan pacaran itu muncul? Bagaimana bisa sampai seperti
saat ini?
Beberapa teman saya yang sama-sama muslim dan bahkan
berpendidikan Islam banyak yang mengatakan “pacaran memang dilarang oleh agama,
namun lihat siapa yang melakukan, bukankah mereka juga umat muslim seperti
kita”? Tak sampai hati jika melihat realitas saat ini, dimana tayangan televisi
dan berbagai media yang sangat mudah untuk diakses dan di konsumsi, namun masih
terlalu banyak yang tidak tahu bagaimana memanfaatkan dan mengkonsumsinya,
lebih parahnya lagi, kita bukannya tidak tahu sebenarnya, namun ntah apa yang
sedang kita perbuat sehingga tidak peka dan sadar.
“Di Indonesia, sebelum tahun melenium 2000 yang lalu,
sebenarnya sudah terjadi yang namanya pacaran, bahkan sebelum negara ini
merdeka, karena suka dan ketertarikan pria pada wanita terjadi bukan saat ini
saja” begitulah ungkapan pemuda saat ini jika ditanya tentang pacaran. Runut
punya runut, ternyata pacaran itu awal mula dikenal di Indonesia, bukan dari
barat atau selatan apa lagi utara. Dahulu ketika penjajah datang keindonesia,
mereka tidak membawa yang namanya wanita, namun karena mereka merasa tertarik
pada wanita indonesia, maka mereka me-macari wanita Indonesia.
Wah tak disangka yah, cerita pacaran itu ternyata
dibuat di Indonesia.
Bagaimana kita bisa membayangkan jaman dahulu yang tidak ada alat-alat canggih
seperti sekarang, namun telah mengenal yang namanya pacaran. Dahsyat memang,
namun sangat nyata, bahwa hal tersebut terjadi di negara bekas jajahan ini.
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama
muslim ini apa tidak gerah dan menggelitik jika diguyur dengan pertanyaan
pacaran? Seharusnya menjadi hal yang tidak riskan untuk dibicarakan, namun kita
harus jujur, bahwa kita sendirilah sob yang menginginkannya. Tak ada yang
menyuruh apa lagi meminta agar pemuda muslim kita pacaran, karena jelas-jelas
agama Islam sangat membenci dan melarangnya sob.
Namun itulah realita sob, hampir seluruh pemuda kita
saat ini menjalin hubungan dengan wanita dengan nama “pacaran”, baik secara
langsung maupun tidak langsung, maksudnya bisa jarak jauh, bisa juga mereka
saling berdampingan.
Jika pacaran itu lahir di barat, maka masyaAllah sob, wanita atau pemuda-pemudi kita pasti akan melakukan seperti yang dilakukan oleh mereka yang ada di barat(pacaran dibarat sudah seperti suami dan istri di Indonesia), “mereka bisa berhubungan dan punya anak tanpa harus menikahinya”, begitulah apa yang dikatakan teman saya ketika saya tanya tentang pacaran. Bahkan jika mereka sudah tidak cocok paling hanya karena keturunan mereka kenapa mereka masih saling bicara dan bertemu.
Namun berbeda dengan
pacaran ala Indonesia, pacaran di Indonesia masih memperhatikan beberapa batas
dan jarak hubungan, diantaranya kita masih bisa dikatakan “tidak setiap hari
bersama, tidak lebih dari pada saling mensupport, saling membantu
kesulitan(masalah), berbagi cerita dan mugkin juga rejeki, sudah hanya
segitu-lah pacarannya orang Indonesia”. Begitulah kata teman saya.
Nah itulah kenapa kami katakan, “pacaran” itu lahir di
Indonesia bukan di barat, bukan di selatan apa lagi utara atau timur
sekali-pun. Nah bagaimana nih sahabat musmus, kiranya kita harus ngapain yah
setelah tahu tentang pacaran hingga seperti saat ini?
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar