Senin, 28 Maret 2016

Berapa Usia Ideal untuk Pacaran menurut Agama

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Berapa Usia Ideal untuk Pacaran menurut Agama

Usia Ideal untuk Pacaran menurut Agama


Ada beberapa tekanan saat kamu tidak mempunyai pacar, namun semuanya kembali pada diri sendiri. Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin bisa mengidentifikasi kenapa anak sekarang pada umumnya berpacaran.
1.       Kamu melihat seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan berjalan bergandengan tangan di sekolah. Bagaimana perasaanmu?
□ Tidak peduli
□ Sedikit iri
□ Sangat iri
2.       Kamu ke bioskop bersama teman-teman dan ternyata semua berpasangan, kecuali kamu! Bagaimana perasaanmu?
□ Tidak peduli
□ Sedikit iri
□ Sangat iri
3.       Belum lama ini sahabatmu mulai menyukai seorang lawan jenis dan sekarang berpacaran. Bagaimana perasaanmu?
□ Tidak peduli
□ Sedikit iri
□ Sangat iri
Jika kamu menjawab ”sedikit iri” atau ”sangat iri” pada salah satu pertanyaan di atas, kamu tidak sendirian. Di negeri-negeri yang masyarakatnya menganggap berpacaran sebagai hal yang lumrah, banyak remaja akan memilih jawaban yang sama.
Hasrat untuk berduaan dengan seseorang yang istimewa apa lagi dia juga menganggapmu istimewa bisa sangat kuat. Beberapa remaja malah mulai berpacaran pada usia sangat muda. Misalnya, menurut sebuah survei oleh majalah Time, 25 persen remaja usia 13 tahun sudah ”jalan bareng atau berpacaran”. Apakah menurutmu sudah waktunya mereka berpacaran? Bagaimana dengan kamu? Untuk menjawabnya, kita perlu membahas pertanyaan yang lebih mendasar sebagaiberikut:
Apa pacaran itu?
·         Kamu sering jalan ’bareng’ dengan seorang lawan jenis.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
·         Beberapa kali sehari, kamu mengirim pesan pendek (sms) atau mengobrol lewat telepon dengan seorang teman khusus yang berlawanan jenis.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
·         Kamu dan seorang lawan jenis menjalin persahabatan rahasia. Orang tuamu tidak tahu. Kamu tidak menceritakannya karena tahu mereka bakal tidak setuju.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
·         Setiap kali kumpul dengan teman-teman, kamu selalu berpasangan dengan lawan jenis yang sama.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
Menjawab pertanyaan pertama tersebut kemungkinan sangat mudah, namun untuk menjawab yang berikutnya, kamu perlu berfikir terlebih dahulu. Dalam pembahasan ini, kita akan mendefinisikannya sebagai kegiatan apa pun antarteman yang di dalamnya ada romantisme kamu hanya terfokus pada satu orang, dan minat romantis orang itu terfokus pada kamu. Entah dalam kelompok atau berduaan, entah melalui telepon atau bertatap muka, entah di tempat umum atau sembunyi-sembunyi, jika kamu dan seorang teman lawan jenis saling memiliki perasaan romantis, itulah yang dikatakan “pacaran”.
Pertanyaannya, apakah sudah waktunya kamu berpacaran? Untuk mengetahui jawabannya, kamu perlu pertanyaan-pertanyaan berikut ini sob.
Apa Niatmu?
Dalam banyak budaya, berpacaran dianggap sebagai cara yang biasa bagi dua orang untuk bisa lebih mengenal satu sama lain. Tetapi, berpacaran hendaknya punya tujuan luhur untuk membantu seorang laki-laki dan seorang perempuan menentukan apakah mereka cocok menjadi pasangan suami istri atau sebaliknya.
Mengapa?
Alkitab menggunakan ungkapan ”mekarnya masa remaja” untuk menggambarkan saat manakala dorongan seksual dan perasaan romantis menjadi kuat, terus bergaul akrab dengan satu orang yang berlawanan jenis selagi kamu masih berada pada saat ”mekarnya masa remaja” dapat mengobarkan nafsumu dan menyebabkan kamu terpancing dan kemudian tercebur kedalam hal-hal yang tidak ada kebaikannya.
Sangat mungkin beberapa dari temanmu yang pacaran tidak mempunyai tujuan untuk kearah pernikahan. Bahkan sangat mungkin, mereka yang berpacaran tidak jauh dari sekedar senang-senang, dan ingin dilihat orang agar nilai statusnya naik dimata mereka yang melihat. Mempermainkan perasaan sayang seseorang dengan cara seperti itu termasuk kejam, dan tidak mengherankan jika hubungan seperti itu sering kali berumur pendek bahkan pada titik permusuhan.
Berpacaran karena iseng, kemudian berdua-duaan untuk bersenang-senang saja atau hanya supaya dianggap punya pacar bisa melukai perasaan. Hal yang seperti ini banyak terjadi pada remaja jaman sekarang.
Tidak ada salahnya memang jika kita ingin bergaul dengan lawan jenis kita, namun kita harus sadar, dimana batas dan tanggung jawab kita sebagai apa dan harusnya berbuat apa. Tetapi, untuk soal pacaran, yang terbaik adalah menunggu sampai kamu melewati mekarnya masa remaja dan sudah siap memikirkan pernikahan dengan serius dan sebaik mungkin. Hal seperti ini yang sangat sulit ditemukan pada anak muda jaman sekarang, karena mereka kebanyakan mempunyai pacar lebih karena status dan dorongan hasrat semata.
Berapa Usiamu? Menurutmu pada usia berapa seorang remaja boleh mulai berpacaran?
Jika kamu sangat ingin tahu kapan usia boleh berpacaran atau apakah kamu baik jika pacaran, maka tanyakanlah pada kedua orang tuamu, kemudian kamu tulis jawaban keduanya.
Dalam hal ini, sangat mungkin orang tuamu akan menyebut angka usia yang melebihi usia dimana kamu mengajukan pertanyaan itu. Kecil kemungkinan jika tidak! Sob…. Kamu barangkali termasuk di antara banyak remaja yang dengan bijaksana menunda berpacaran sampai mereka cukup dewasa untuk mengenal diri mereka dengan lebih baik.
Apakah Kamu Sudah Siap Menikah?
Karena pacaran adalah batu loncatan menuju pernikahan, hemmm jangan mengira dan menganggap sebagai ajang senang-senang, maka ada baiknya kamu bertanya pada diri sendiri, apakah kamu sudah mantap akan bertanggung jawab sebagai suami atau istri, atau bahkan sebagai seorang ayah atau ibu. Jika kamu ingin tahu jawabannya, maka pikirkan hal berikut ini.
1.       Hubungan dengan Orang Lain;Bagaimana kamu memperlakukan orang tua dan saudara-saudaramu? Sering marah, berkata kasar, membohongi, demi kepentinganmu sendiri? Apa pendapat mereka tentang kamu dalam soal ini? Cara kamu memperlakukan anggota keluargamu akan menunjukkan cara kamu memperlakukan teman hidupmu nanti.
2.       Keuangan;Seberapa baik kamu menangani uang? Berapa perbandingan pendapatan dan hutangmu? Bisakah kamu mempertahankan pekerjaanmu? Jika tidak, mengapa? Apakah karena pekerjaannya? majikannya? Atau, karena kamu punya sifat tertentu yang kurang bagus? Jika kamu tidak bisa mengelola keuanganmu sendiri dengan penuh tanggung jawab, bagaimana kamu akan mengelola rumah tangga dan apa yang ada di dalamnya?
3.       Kerohanian;Jika kamu termasuk orang yang paham dan patuh terhadap agama serta taqwa terhadap Tuhanmu, apa sifat-sifat rohanimu? Apa kamu punya inisiatif untuk membaca Firman Allah SWT, terjun dalam pelayanan, dan berpartisipasi di masyarakat? Kalau kamu sendiri tidak menjaga kerohanianmu, bagaimana kamu akan betah dan bertahan dalam hubungan rumah tanggamu.
Ini baru beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan apabila kamu memikirkan untuk pacarandan menikah. Sementara itu, kamu dapat bergaul dengan lawan jenis dalam kelompok yang pantas. Di kemudian hari, jika kamu memutuskan untuk berpacaran, kamu akan lebih mengenal diri kamu dan tahu apa yang bakal kamu butuhkan dari seorang teman hidup, tentu karena kamu ingin belajar dan mengetahui dengan baik tentang semua hal yang diajukan diatas, bukan sekedar dikarenakan hasrat yang tidak baik.
Nah, jika memang kamu ingin segera pacaran (ta’aruf yang ada dalam agama maksudnya), maka tidak ada jalan lain kecuali beberapa hal yang telah dikemukakan diatas. Sahabat musmus…..bagaimana, sudah siap untuk pacaran? Jika sudah kenapa, dan jika tidak kenapa?



Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar