Berapa Usia Ideal untuk Pacaran menurut Agama
Ada beberapa tekanan saat kamu tidak mempunyai
pacar, namun semuanya kembali pada diri sendiri. Berikut beberapa pertanyaan
yang mungkin bisa mengidentifikasi kenapa anak sekarang pada umumnya
berpacaran.
1. Kamu melihat seorang anak
laki-laki dan seorang anak perempuan berjalan bergandengan tangan di
sekolah. Bagaimana perasaanmu?
□ Tidak peduli
□ Sedikit iri
□ Sangat iri
2. Kamu ke bioskop bersama
teman-teman dan ternyata semua berpasangan, kecuali kamu! Bagaimana perasaanmu?
□ Tidak peduli
□ Sedikit iri
□ Sangat iri
3. Belum lama ini sahabatmu mulai
menyukai seorang lawan jenis dan sekarang berpacaran. Bagaimana perasaanmu?
□ Tidak peduli
□ Sedikit iri
□ Sangat iri
Jika kamu menjawab ”sedikit iri” atau ”sangat
iri” pada salah satu pertanyaan di atas, kamu tidak sendirian. Di negeri-negeri
yang masyarakatnya menganggap berpacaran sebagai hal yang lumrah, banyak remaja
akan memilih jawaban yang sama.
Hasrat untuk berduaan dengan seseorang yang
istimewa apa lagi dia juga menganggapmu istimewa bisa sangat kuat. Beberapa
remaja malah mulai berpacaran pada usia sangat muda. Misalnya, menurut sebuah
survei oleh majalah Time, 25 persen remaja usia 13 tahun
sudah ”jalan bareng atau
berpacaran”. Apakah menurutmu sudah waktunya mereka berpacaran? Bagaimana
dengan kamu? Untuk menjawabnya, kita perlu membahas pertanyaan yang lebih
mendasar sebagaiberikut:
Apa pacaran itu?
·
Kamu sering jalan ’bareng’ dengan seorang lawan
jenis.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
·
Beberapa kali sehari, kamu mengirim pesan pendek
(sms) atau mengobrol lewat telepon dengan seorang teman khusus yang berlawanan
jenis.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
·
Kamu dan seorang lawan jenis menjalin persahabatan
rahasia. Orang tuamu tidak tahu. Kamu tidak menceritakannya karena tahu mereka
bakal tidak setuju.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
·
Setiap kali kumpul dengan teman-teman, kamu selalu
berpasangan dengan lawan jenis yang sama.
Apakah kamu berpacaran? □ Ya □ Tidak
Menjawab pertanyaan pertama tersebut kemungkinan sangat mudah, namun untuk menjawab yang berikutnya, kamu perlu berfikir terlebih dahulu. Dalam pembahasan ini, kita akan mendefinisikannya sebagai kegiatan apa pun antarteman yang di dalamnya ada romantisme kamu hanya terfokus pada satu orang, dan minat romantis orang itu terfokus pada kamu. Entah dalam kelompok atau berduaan, entah melalui telepon atau bertatap muka, entah di tempat umum atau sembunyi-sembunyi, jika kamu dan seorang teman lawan jenis saling memiliki perasaan romantis, itulah yang dikatakan “pacaran”.
Menjawab pertanyaan pertama tersebut kemungkinan sangat mudah, namun untuk menjawab yang berikutnya, kamu perlu berfikir terlebih dahulu. Dalam pembahasan ini, kita akan mendefinisikannya sebagai kegiatan apa pun antarteman yang di dalamnya ada romantisme kamu hanya terfokus pada satu orang, dan minat romantis orang itu terfokus pada kamu. Entah dalam kelompok atau berduaan, entah melalui telepon atau bertatap muka, entah di tempat umum atau sembunyi-sembunyi, jika kamu dan seorang teman lawan jenis saling memiliki perasaan romantis, itulah yang dikatakan “pacaran”.
Pertanyaannya, apakah sudah waktunya kamu
berpacaran? Untuk mengetahui jawabannya, kamu perlu pertanyaan-pertanyaan
berikut ini sob.
Apa Niatmu?
Dalam banyak budaya, berpacaran dianggap sebagai
cara yang biasa bagi dua orang untuk bisa lebih mengenal satu sama lain.
Tetapi, berpacaran hendaknya punya tujuan luhur untuk membantu seorang
laki-laki dan seorang perempuan menentukan apakah mereka cocok menjadi pasangan
suami istri atau sebaliknya.
Mengapa?
Alkitab menggunakan ungkapan ”mekarnya masa
remaja” untuk menggambarkan saat manakala dorongan seksual dan perasaan
romantis menjadi kuat, terus bergaul akrab dengan satu orang yang berlawanan
jenis selagi kamu masih berada pada saat ”mekarnya masa remaja” dapat
mengobarkan nafsumu dan menyebabkan kamu terpancing dan kemudian tercebur
kedalam hal-hal yang tidak ada kebaikannya.
Sangat mungkin beberapa dari temanmu yang pacaran
tidak mempunyai tujuan untuk kearah pernikahan. Bahkan sangat mungkin, mereka
yang berpacaran tidak jauh dari sekedar senang-senang, dan ingin dilihat orang
agar nilai statusnya naik dimata mereka yang melihat. Mempermainkan perasaan
sayang seseorang dengan cara seperti itu termasuk kejam, dan tidak mengherankan
jika hubungan seperti itu sering kali berumur pendek bahkan pada titik
permusuhan.
Berpacaran karena iseng, kemudian berdua-duaan
untuk bersenang-senang saja atau hanya supaya dianggap punya pacar bisa melukai
perasaan. Hal yang seperti ini banyak terjadi pada remaja jaman sekarang.
Tidak ada salahnya memang jika kita ingin bergaul
dengan lawan jenis kita, namun kita harus sadar, dimana batas dan tanggung
jawab kita sebagai apa dan harusnya berbuat apa. Tetapi, untuk soal pacaran,
yang terbaik adalah menunggu sampai kamu melewati mekarnya masa remaja dan
sudah siap memikirkan pernikahan dengan serius dan sebaik mungkin. Hal seperti
ini yang sangat sulit ditemukan pada anak muda jaman sekarang, karena mereka
kebanyakan mempunyai pacar lebih karena status dan dorongan hasrat semata.
Berapa Usiamu? Menurutmu pada usia berapa seorang remaja
boleh mulai berpacaran?
Jika kamu sangat ingin tahu kapan usia boleh
berpacaran atau apakah kamu baik jika pacaran, maka tanyakanlah pada kedua
orang tuamu, kemudian kamu tulis jawaban keduanya.
Dalam hal ini, sangat mungkin orang tuamu akan
menyebut angka usia yang melebihi usia dimana kamu mengajukan pertanyaan itu.
Kecil kemungkinan jika tidak! Sob…. Kamu barangkali termasuk di antara banyak
remaja yang dengan bijaksana menunda berpacaran sampai mereka cukup dewasa
untuk mengenal diri mereka dengan lebih baik.
Apakah Kamu Sudah Siap Menikah?
Karena pacaran adalah batu loncatan menuju
pernikahan, hemmm jangan mengira dan menganggap sebagai ajang senang-senang,
maka ada baiknya kamu bertanya pada diri sendiri, apakah kamu sudah mantap akan
bertanggung jawab sebagai suami atau istri, atau bahkan sebagai seorang ayah
atau ibu. Jika kamu ingin tahu jawabannya, maka pikirkan hal berikut ini.
1. Hubungan dengan Orang Lain;Bagaimana
kamu memperlakukan orang tua dan saudara-saudaramu? Sering marah, berkata
kasar, membohongi, demi kepentinganmu sendiri? Apa pendapat mereka tentang kamu
dalam soal ini? Cara kamu memperlakukan anggota keluargamu akan menunjukkan
cara kamu memperlakukan teman hidupmu nanti.
2. Keuangan;Seberapa baik
kamu menangani uang? Berapa perbandingan pendapatan dan hutangmu? Bisakah kamu
mempertahankan pekerjaanmu? Jika tidak, mengapa? Apakah karena pekerjaannya?
majikannya? Atau, karena kamu punya sifat tertentu yang kurang bagus? Jika kamu
tidak bisa mengelola keuanganmu sendiri dengan penuh tanggung jawab, bagaimana
kamu akan mengelola rumah tangga dan apa yang ada di dalamnya?
3. Kerohanian;Jika kamu
termasuk orang yang paham dan patuh terhadap agama serta taqwa terhadap
Tuhanmu, apa sifat-sifat rohanimu? Apa kamu punya inisiatif untuk membaca
Firman Allah SWT, terjun dalam pelayanan, dan berpartisipasi di masyarakat?
Kalau kamu sendiri tidak menjaga kerohanianmu, bagaimana kamu akan betah dan
bertahan dalam hubungan rumah tanggamu.
Ini baru beberapa hal yang perlu kamu
pertimbangkan apabila kamu memikirkan untuk pacarandan menikah.
Sementara itu, kamu dapat bergaul dengan lawan jenis dalam kelompok yang
pantas. Di kemudian hari, jika kamu memutuskan untuk berpacaran, kamu akan
lebih mengenal diri kamu dan tahu apa yang bakal kamu butuhkan dari seorang
teman hidup, tentu karena kamu ingin belajar dan mengetahui dengan baik tentang
semua hal yang diajukan diatas, bukan sekedar dikarenakan hasrat yang tidak
baik.
Nah, jika memang kamu ingin segera pacaran
(ta’aruf yang ada dalam agama maksudnya), maka tidak ada jalan lain kecuali beberapa
hal yang telah dikemukakan diatas. Sahabat musmus…..bagaimana, sudah siap untuk
pacaran? Jika sudah kenapa, dan jika tidak kenapa?
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar